aboratory thermometer adalah alat ukur suhu presisi yang digunakan untuk mengontrol dan memantau temperatur pada berbagai proses penelitian, pengujian, dan praktikum di laboratorium.
Laboratory thermometer merupakan instrumen pengukur suhu yang dirancang khusus untuk kebutuhan laboratorium. Alat ini digunakan untuk memastikan suhu dalam proses pemanasan, pendinginan, inkubasi, maupun pengeringan berada dalam rentang yang sesuai standar penelitian.
Termometer laboratorium tersedia dalam dua jenis utama, yaitu termometer kaca (berisi alkohol atau raksa) dan termometer digital dengan sensor probe, yang masing-masing memiliki tingkat akurasi dan kegunaan spesifik sesuai kebutuhan analisis.
Mengukur suhu larutan, media, atau bahan uji
Memantau suhu oven, inkubator, dan ruang penyimpanan
Mendukung analisis kadar air dan pengeringan sampel
Mengontrol suhu selama proses eksperimen
Jenis
Spesifikasi Umum
Termometer Kaca (Liquid-in-Glass Thermometer) Menggunakan cairan indikator (alkohol/merkuri) dengan skala manual, cocok untuk pengukuran umum.
Termometer Digital Menggunakan sensor elektronik dengan tampilan LCD, lebih cepat dan mudah dibaca serta memiliki ketelitian lebih tinggi.
Rentang suhu: -10°C hingga 110°C (atau lebih, tergantung tipe)
Laboratory thermometer merupakan alat dasar namun sangat penting dalam kegiatan laboratorium. Pengukuran suhu yang akurat memastikan validitas data penelitian dan keberhasilan proses eksperimen, sehingga mendukung kualitas hasil analisis dan kegiatan praktikum secara optimal.