Penjelasan
Cara Kerja
Grain Moisture Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kandungan air (moisture content) pada berbagai jenis biji-bijian seperti padi, jagung, kedelai, gandum, kopi, kakao, dan benih tanaman lainnya. Kadar air merupakan faktor penting untuk penentuan kualitas benih, penyimpanan, dan pencegahan kerusakan akibat jamur atau pertumbuhan mikroorganisme.
Alat ini sangat membantu dalam memastikan biji siap dipanen, disimpan, atau diproses lebih lanjut.
Pengambilan sampel: Biji-bijian dimasukkan ke ruang ukur alat.
Pengukuran resistansi/kapasitansi: Alat mendeteksi perubahan sifat listrik pada biji yang berkaitan dengan kandungan air.
Pembacaan otomatis: Nilai kadar air (dalam %) langsung muncul pada layar digital.
Kalibrasi otomatis: Banyak model memiliki sistem kalibrasi khusus untuk berbagai jenis biji-bijian.
Beberapa alat juga dilengkapi sensor suhu untuk Automatic Temperature Compensation (ATC) agar pembacaan lebih akurat.
Fitur Utama
Manfaat & Keunggulan
Pengukuran cepat dalam hitungan detik.
Layar digital yang jelas dan mudah dibaca.
Sensor canggih berbasis resistansi atau kapasitansi.
ATC (Automatic Temperature Compensation).
Pilihan jenis biji yang dapat diprogram (multi-grain mode).
Ukuran portable untuk penggunaan lapangan maupun laboratorium.
Penyimpanan data internal pada model tertentu.
Mengetahui kematangan panen: Membantu menentukan waktu panen yang ideal.
Mencegah kerusakan penyimpanan: Kadar air tepat mengurangi risiko jamur dan aflatoksin.
Meningkatkan kualitas benih: Penting untuk seleksi benih sebelum penanaman.
Cepat dan praktis: Tidak memerlukan pengeringan oven yang memakan waktu.
Efisiensi proses pascapanen: Memastikan hasil panen siap digiling, disimpan, atau dikemas.
Aplikasi
Spesifikasi Umum (contoh – sesuaikan dengan model alat Anda)
Laboratorium benih dan agronomi.
Gudang penyimpanan gabah atau jagung.
Petani dan pelaku usaha pascapanen.
Industri pengolahan pangan dan pakan.
Penelitian varietas tanaman.
Rentang pengukuran kadar air: 5% – 40%
Akurasi: ±0.5%
Kapasitas sampel: 5–20 g (tergantung alat)
Sensor: Kapasitansi/resistansi
Kompensasi suhu: otomatis (ATC)
Sumber daya: Baterai AA / Rechargeable
Jenis biji yang didukung: padi, jagung, kedelai, gandum, kopi, kakao, dll
Berat: 400–900 g
Kesimpulan
Grain Moisture Meter merupakan alat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan biji-bijian. Dengan kemampuan mengukur kadar air secara cepat, akurat, dan mudah, alat ini sangat membantu dalam proses penelitian, penyimpanan, penanganan pascapanen, serta pengolahan bahan pangan. Cocok digunakan di laboratorium, lapangan, maupun industri.
